Jumat, 06 Juni 2014

Iblis Dunia Maya (2)

Posting ini lanjutan post sebelumnya. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik, sebaiknya bacalah post sebelumnya terlebih dulu.

***

Sampai suatu hari, saya berkomunikasi dengan Tiara. Komunikasi biasa, layaknya teman. Waktu itu, saya bertanya pada Tiara, bagaimana kabar akun Facebook-nya yang ia tawarkan ke Joko Sutarto. Tiara menjawab belum ada deal. “Pak Joko belum memutuskan,” ujarnya waktu itu. Maksudnya belum memutuskan jadi membeli atau tidak.

Karena itu pula, saya pun mengingatkan Tiara untuk mengecek e-mailnya, siapa tahu ada e-mail baru dari Joko Sutarto, terkait rencana pembelian akun Facebook tersebut. Ingat, alamat e-mail yang digunakan Tiara untuk berkomunikasi dengan Joko Sutarto adalah alamat e-mail baru yang khusus dibuat Tiara untuk berkomunikasi dengan Joko Sutarto. Karena bukan e-mail yang biasa ia gunakan, Tiara pun sangat jarang mengeceknya.

Setelah bertemu saya hari itu, Tiara pun mengecek alamat e-mail-nya, siapa tahu ada e-mail baru dari Joko Sutarto. Ternyata tidak ada. Tetapi, yang membuat Tiara bingung, alamat e-mail-nya mendapat banyak kiriman e-mail aneh, dengan subject “CAN’T GET PUSSY?” atau “CAN’T GET LAID?” dan semacamnya.

Waktu itu, Tiara menelepon saya, mengabari kalau belum ada kabar apa pun dari Joko Sutarto. Tiara juga menceritakan mengenai datangnya e-mail-e-mail aneh yang isinya kode-kode aneh.

Mendengar itu, saya langsung tertarik. Saat itu juga, saya minta Tiara mengirimkan e-mail aneh itu ke alamat e-mail saya, untuk saya lihat. Tiara pun mengirimkannya, dan saya melihat bahwa e-mail aneh yang diterima Tiara sama persis dengan e-mail aneh yang selama itu saya terima!

Apakah kalian sudah melihat sesuatu yang sangat busuk di sini?

Jika ada orang yang mengirim e-mail bervirus ke alamat e-mail saya, pelakunya bisa siapa saja, karena saya memang mencantumkan alamat e-mail saya di blog, untuk memudahkan orang menghubungi saya. Tetapi, alamat e-mail Tiara adalah alamat e-mail baru yang hanya digunakan untuk berkomunikasi dengan Joko Sutarto! Usia e-mail itu belum lama, dan tidak diketahui siapa pun, selain saya dan Joko Sutarto!

Jadi, ketika alamat e-mail saya dan alamat e-mail Tiara mendapatkan kiriman e-mail bervirus yang sama persis, kira-kira siapa pelakunya? Benar; Joko Sutarto!

Sebenarnya, ada satu orang lagi yang juga mendapatkan kiriman e-mail bervirus itu, yaitu Inayah (dia juga teman saya). Penjelasan lebih lanjut mengenai hal itu, silakan lihat di sini: Hati-hati Bila Menerima E-Mail Seperti Ini.

Karena kami sama-sama sepakat bahwa pengirim e-mail spam aneh itu adalah Joko Sutarto, kami pun lalu sengaja mem-forward e-mail berisi virus itu ke alamat e-mail Joko Sutarto. Dan kalian tahu apa yang terjadi?

Sejak kami mem-forward e-mail bervirus itu ke alamat e-mail Joko Sutarto, sejak itu pula kiriman e-mail spam yang semula datang setiap hari langsung berhenti! Tidak ada lagi e-mail berisi virus yang semula biasa kami terima setiap hari.

Kebetulan? Oh, sangat kebetulan!

Jadi, ketika kami mem-forward e-mail spam berisi virus ke alamat e-mail Joko Suarto, dia pun menyadari bahwa perbuatan jahatnya telah terungkap, dan dia pun berhenti.

Kisah ini menunjukkan kepada kita, bahwa orang yang kita kenal di dunia maya bisa jadi penjahat yang berbahaya, meski mungkin kita mengenalnya sebagai orang baik. Seperti Joko Sutarto. Saya menganggapnya sebagai orang yang baik, tapi ternyata seorang penjahat keji yang hobi memata-matai orang-orang yang dikenalnya di internet. Bisa jadi, orang-orang lain yang pernah berkomunikasi dengannya juga sama dimata-matai, entah apa motivasinya.

Saya bertanya-tanya sendiri, apa salah saya pada Joko Sutarto? Saya merasa tidak punya salah apa-apa kepadanya, bahkan hubungan kami waktu itu baik-baik saja. Begitu pula Tiara, dia juga tidak bersalah apa-apa pada Joko Sutarto, bahkan bisa dibilang tidak mengenal Joko Sutarto, selain hanya berkomunikasi terkait urusan jual beli akun Facebook. Jadi, apa motivasi Joko Sutarto mengirim e-mail berisi virus mata-mata pada kami?

Saya memang telah menghubungi Joko Sutarto terkait hal ini, tapi dia mengelak dan memberi jawaban berputar-putar, menganggap saya tolol dan bisa ditipu, yang semakin menunjukkan kalau dia memang pelakunya. 

Jadi, teman-teman, berhati-hatilah di dunia maya, dan berhati-hatilah saat berkomunikasi atau menjalin hubungan dengan orang lain di internet. Karena orang yang kita kira baik, bisa jadi sesosok iblis keji yang berpura-pura tampak manusia.

Catatan terkait: Wajah Iblis

 
;