Selasa, 20 Desember 2016

5 Situs Indonesia yang Rutin Saya Baca

Entah kebetulan atau tidak, web-web hebat yang rutin kubaca 
memiliki loading yang sangat cepat. Oh, terpujilah mereka.


Hari ini, 20 Desember 2016, seharusnya saya merilis daftar 10 buku terbaik yang saya baca tahun ini, seperti tahun-tahun sebelumnya. Dan ada kemungkinan kalian juga sudah menunggu daftar tersebut di blog ini. Namun, sekarang—dengan berat hati—daftar yang biasa muncul terpaksa tidak muncul. Masalahnya sepele, karena buku yang saya baca tahun ini sangat sedikit.

Kemarin, saya hitung-hitung, hanya ada 23 judul buku yang saya baca, dan—dari jumlah yang sedikit itu—yang masuk kualifikasi “terbaik” versi saya tidak sampai 10 judul. Karenanya, sekali lagi dengan berat hati, tahun ini tidak ada daftar buku terbaik. Tentu saja bukan berarti tahun ini tidak ada buku-buku bagus yang terbit. Di luar sana tentu banyak buku bagus, cuma saya tidak/belum sempat membaca, setidaknya di tahun ini.

Kenapa sedikit sekali buku yang saya baca tahun ini? Ada dua penyebab. Pertama, karena makin banyak pekerjaan yang harus saya urusi, sehingga waktu membaca buku makin berkurang. Kedua, karena saya sekarang juga sering membaca tulisan/artikel di internet, dan hal itu ikut menyita waktu membaca buku.

Ada cukup banyak situs yang sering saya baca—dalam maupun luar negeri—untuk update berita, atau untuk mempelajari sesuatu. Dari banyak situs itu, setidaknya ada lima situs Indonesia yang rutin saya baca. Lima situs ini bukan situs pribadi, dalam arti; orang yang mengisi materi di dalamnya bukan cuma satu orang atau si pemilik situs, melainkan diisi banyak orang, layaknya situs profesional.

Saya menyukai lima situs ini, karena memenuhi kualifikasi saya tentang “situs bagus”—loading-nya ringan, isinya berwawasan, dan rutin di-update. Jadi, setiap hari saya mengunjungi situs-situs ini untuk membaca, dan belajar di dalamnya. Karena itulah, waktu membaca buku makin berkurang. Karena itu pula, kalau kalian kecewa karena tidak mendapati daftar buku terbaik sebagaimana biasa, silakan marahi situs-situs berikut ini. 😄


Selasar (selasar.com)

Selasar adalah situs berisi kumpulan pemikiran. Situs ini menampung tulisan dari banyak orang, berisi pemikiran-pemikiran tentang berbagai hal dalam kehidupan. Dari urusan politik, pendidikan, kebudayaan, sosial, humaniora, topik-topik terkini, sebut apa pun.

Bagi saya, Selasar adalah tempat berkumpulnya orang-orang pintar yang berbagi wawasan dan pemikiran. Semua tulisan di sana memberi pengetahuan baru, wawasan baru, hingga kita akan merasa lebih pintar—atau setidaknya bertambah wawasan—saat membaca tulisan-tulisan di sana.

Layaknya orang-orang berpendidikan, para penulis di Selasar menyampaikan pemikiran-pemikirannya dengan objektif (tidak tendensius), berwawasan (tidak picik), sekaligus moderat (tidak kolot). Karenanya, tulisan-tulisan di Selasar bisa dibilang “aman” untuk dikonsumsi siapa pun, dengan berbagai latar belakang.

Untuk orang-orang yang mungkin merasa sangat pintar atau paling pintar, saya sangat menyarankan untuk membaca Selasar, agar sedikit sadar bahwa di luar sana masih banyak orang pintar, yang bahkan mungkin lebih pintar.


Qureta (qureta.com)

Secara garis besar, Qureta tidak jauh beda dengan Selasar—tempat orang-orang pintar dan berwawasan menumpahkan pemikiran dan kegelisahan. Tetapi, sedikit berbeda dengan Selasar, membaca Qureta membutuhkan kearifan dan pikiran lebih luas. Ada kalanya kita tidak langsung setuju dengan yang kita baca di sana, dan butuh waktu beberapa jenak untuk mengendapkan, memikirkan, hingga akhirnya benar-benar memahami isi tulisan seutuhnya.

Jika tulisan-tulisan di Selasar rata-rata moderat dan benar-benar aman untuk dikonsumsi siapa pun, tulisan-tulisan di Qureta sering kali melewati “batas moderat”, sehingga bisa membuat sebagian orang “terkaget-kaget”. Dalam hal ini, saya pribadi sangat menyukai tulisan-tulisan di Qureta, karena bukan hanya menambah wawasan dan pengetahuan, tapi juga mengasah kearifan dan kedalaman pikiran.

Qureta sangat cocok bagi orang-orang yang ingin belajar, yang menyadari bahwa kita masih daif dan perlu terus belajar, yang memahami bahwa kita bukan manusia sempurna sehingga tidak perlu merasa sempurna.

Sebaliknya, Qureta sangat tidak cocok bagi orang-orang yang merasa diri paling pintar sehingga mudah menyalahkan, yang menganggap diri paling benar sehingga sulit menerima kebenaran lain, yang merasa paling suci meski sebenarnya picik. Karenanya, orang-orang sok alim atau sok suci—yang merasa paling benar sendiri—sebaiknya jangan membaca Qureta. Nanti cepat mati.


Mojok (mojok.co)

Mojok adalah “antitesis” dua situs yang saya sebut di atas. Jika tulisan-tulisan di Selasar dan Qureta ditulis dengan serius, tulisan-tulisan di Mojok ditulis sambil cengengesan. Ini adalah situs “paling asu” di jagad maya, khususnya di Indonesia. Maksud saya, situs ini sering kali “tidak jelas, absurd, tidak ilmiah, bahkan kadang mbah-mbuh”, tapi membuat saya jatuh cinta. Makanya saya sering misuh-misuh setiap kali membaca isinya.

Saya masih ingat betul bagaimana perkenalan saya dengan Mojok, meski sudah lama sekali. Waktu itu, Arman Dhani me-retweet suatu link, dan sampai di timeline saya. Karena tergoda, saya pun meng-klik link tersebut, dan sampailah ke situs Mojok. Itulah awal “malapetaka” dalam hidup saya. Sejak itu, saya tidak bisa melupakan, dan setiap hari terus mengunjungi untuk membaca tulisan terbaru, yang rata-rata absurd.

Tulisan-tulisan di Mojok sebenarnya tidak jauh beda dengan tulisan-tulisan di Selasar atau Qureta (berupa artikel-artikel pemikiran), namun dalam versi lebih ringan, dan—kadang-kadang—lebih gila. Beberapa penulis di sana memiliki kemampuan di atas rata-rata dalam hal memelintir logika yang sebenarnya kacau dan wagu, tapi hasilnya lucu.


Beritagar (beritagar.id)

Dibanding situs-situs berita yang lebih dulu populer, Beritagar bisa dibilang relatif baru. Tetapi, di antara banyak situs berita yang ada di Indonesia, saya menempatkan Beritagar di tempat teratas sebagai situs yang rutin saya baca.

Ada beberapa nilai plus yang dimiliki Beritagar, yang tidak dimiliki rata-rata situs berita lain. Pertama, loading-nya sangat ringan. Membaca dan membuka-buka laman di Beritagar sangat menyenangkan, karena begitu di-klik langsung terbuka. Itu jauh berbeda dengan banyak situs berita lain, yang rata-rata berat dibuka akibat terlalu banyak iklan!

Kedua, Beritagar menyuguhkan berita secara utuh, bukan sepotong-sepotong. Umumnya situs berita, satu topik berita bisa dipecah dalam banyak judul dan banyak artikel, padahal isinya mirip atau serupa. Tujuannya jelas, agar pembaca terus melakukan klik, agar jumlah page view meningkat. Praktik semacam itu benar-benar menjengkelkan, karena membuang dan memboroskan waktu pembaca secara sia-sia!

Dalam hal itu, saya memuji Beritagar karena—sejauh ini—tidak pernah melakukan praktik semacam itu. Untuk setiap satu berita, mereka memuat secara utuh dalam satu artikel penuh—meski isi artikel relatif panjang—sehingga pembaca dapat memahami secara utuh.

Ketiga, Beritagar menulis artikel secara jelas, ringkas, sekaligus menggunakan bahasa Indonesia yang baik, dan minim kesalahan. Itu menjadikan tulisan tidak melelahkan saat dibaca.

Lebih dari itu, Beritagar juga relatif lebih dapat dipercaya, karena mereka melakukan cek dan ricek sekaligus kroscek dalam pemuatan berita. Berbeda dengan umumnya situs berita mainstream yang “asal cepat”, sehingga berita apa pun dimuat terburu-buru, Beritagar lebih “sabar”. Hasilnya, berita yang mereka muat lebih utuh dan lebih akurat. Hal-hal itulah yang menjadikan saya lebih suka membaca Beritagar dibanding situs berita lain. Saya berharap, Beritagar tetap konsisten dalam hal-hal baik itu.


Tirto (tirto.id)

Tirto terhitung situs baru, tapi tampaknya tumbuh dengan cepat. Situs ini juga langsung membuat saya jatuh cinta, karena cara mereka dalam menyuguhkan berita. Membaca Tirto mengingatkan saya pada Majalah Tempo, yang menyuguhkan berita dengan cara bercerita, sekaligus memperkaya berita dengan aneka wawasan yang relevan. “Jurnalisme yang bercerita”—itu gaya jurnalistik yang telah terbukti paling enak dibaca.

Saya mengenal Tirto, sejak situs itu masih dalam tahap Beta. Tapi saya langsung tahu, itu situs bagus, dan kenyataannya memang benar. Seperti perkenalan dengan Mojok.Co, perkenalan saya dengan Tirto juga diperantarai Arman Dhani. Dia nge-tweet suatu link di Twitter, lalu—seperti biasa—saya tergoda dan meng-klik link tersebut, dan sampailah di situs Tirto. (Well, saya berutang pada Arman Dhani untuk hal-hal bagus ini).

Nyaris setiap hari, saya rutin mengunjungi Tirto, karena isinya memang berkualitas, dan sangat... sangat bagus. Berbeda dengan umumnya situs berita lain yang biasa menyuguhkan artikel secara parsial (sepotong-sepotong), Tirto sangat lengkap dalam menguraikan suatu topik—plus wawancara terkait topik yang dibahas—hingga kita merasa sedang membaca tabloid atau majalah, tapi secara online. Itu benar-benar sangat memuaskan bagi orang-orang yang senang membaca.

Di dunia maya yang makin semrawut dengan situs-situs berita tidak jelas, tendensius, dan kadang penuh fitnah tak bertanggung jawab, keberadaan Tirto—serta situs-situs lain yang sehat—seperti oase menyegarkan. Kenyataannya, di dunia maya, kita memang tidak bisa menghentikan keberadaan situs abal-abal. Yang bisa kita lakukan adalah membuat situs yang benar-benar bagus, berkualitas, dan bertanggung jawab, agar orang-orang memiliki (lebih banyak) pilihan.

....
....

Selain lima situs yang telah saya sebut di atas, di luar sana tentu masih banyak situs lain yang sama bagus, sama berkualitas, juga sama layak dibaca dan diikuti. Namun mungkin saya belum sempat menemukan. Kelak, kalau saya menemukan situs-situs lain yang juga bagus dan mengesankan, dengan senang hati saya akan membagikannya pada kalian.

 
;