Jalani hidupmu seperti yang kamu inginkan, karena kamulah yang menjalani, dan kamu pula yang akan bertanggung jawab pada seluruh kehidupanmu.
....
....
Ada orang-orang di sekitar kita yang punya penyakit mental tanpa mereka sadari, yaitu merasa lebih tahu tentang hidup orang lain, lalu mengatur-atur bagaimana caramu hidup, seolah mereka lebih tahu darimu, padahal itu hidupmu, dan kamulah yang menjalani kehidupanmu.
Kamu akan sering mendengar orang menyarankan agar kamu segera menikah, misalnya, dan orang-orang itu bisa menyampaikan aneka alasan yang terdengar masuk akal. Tapi ingatlah selalu, kamu yang menjalani hidupmu, bukan orang lain. Jadi tentukan pilihanmu sendiri.
Kalau kamu menuruti saran orang-orang lain untuk menikah, dan kamu tidak bahagia, apakah mereka akan bertanggung jawab? Tidak! Kamulah yang menjalani, dan kamu pula yang akan bertanggung jawab. Sementara orang-orang yang menyuruhmu menikah tidak akan peduli.
Kalau kamu mengikuti omongan orang agar kamu begini atau harus begitu, lalu kamu merasa tertekan menjalaninya, apakah orang-orang itu akan bertanggung jawab? Juga tidak! Mereka hanya ngomong, nyinyir, mbacot, tapi pada akhirnya kamulah yang menjalani dan yang bertangung jawab.
Orang-orang yang suka mengatur-atur kehidupanmu sering kali tidak peduli dengan kehidupanmu. Mereka hanya pada peduli dengan dirinya sendiri. Kamu akan tahu kebenaran pahit ini saat hidupmu kandas di titik terbawah, dan menyadari orang-orang yang banyak bacot itu menghilang.
Pada akhirnya, hidupmu adalah milikmu, karena kamulah yang menjalani. Karena kamu yang menjalani, kamu lebih tahu yang terbaik. Jadi jalani kehidupanmu dengan cara terbaik versimu sendiri. Orang lain punya hidup mereka sendiri, dan kamu punya hak untuk berbeda.
