Minggu, 01 Maret 2026

Racun Doktrin

“Rezeki sudah ada yang mengatur,” katanya. Yang mengatur ternyata elite global. Tapi, tentu saja, mereka tidak mengatakannya. Karena memang tidak tahu, dan hanya percaya sepenuhnya bahwa “rezeki sudah ada yang mengatur”—tepat seperti doktrinasi yang mereka terima.

“Jangankan manusia, bahkan hewan saja sudah memiliki rezeki sendiri-sendiri.” Padahal jutaan orang mati kelaparan di berbagai belahan dunia, sementara jutaan hewan lenyap dari muka bumi karena alasan yang sama. Tapi tetap saja, pokoknya “rezeki sudah ada yang mengatur.” 

Mengapa orang-orang tetap percaya sepenuh hati bahwa “menikah akan membuatmu bahagia”, meski jutaan pasangan bercerai? Mengapa orang-orang kukuh meyakini “setiap anak memiliki rezeki sendiri”, padahal jutaan anak telantar, terbuang, dan kelaparan dan mati di mana-mana? 

Profesor Eileen Barker, dari London School of Economics, menjawab peryanyaan itu, “Ketika sebuah ramalan terbukti gagal, orang justru semakin mempercayainya, terutama jika mereka tidak hanya menginvestasikan uang, tapi juga keyakinan, reputasi, dan kecerdasan.”

Tak bisa lebih setuju lagi.

 
;