Salah satu keahlian manusia memang ngadem-ngademi diri sendiri.
Sayangnya, aku kesulitan mempelajari kemampuan itu. Mungkin karena terlalu realistis, atau mungkin pula karena (sebagian besar) hidupku begitu pahit.
Well, aku perlu mengatakan bahwa dulu aku juga pernah berusaha ngadem-ngademi diri sendiri untuk banyak hal yang kualami. Tapi belakangan aku menyadari, itu seperti membohongi diri sendiri.
Aku pernah ngadem-ngademi diri sendiri dengan mengatakan bahwa kemiskinan adalah karunia yang melecutku agar bekerja keras. Belakangan aku menyadari bahwa—meski mungkin memang karunia—kemiskinan mengandung lebih banyak kutukan mengerikan. Setidaknya, itu yang kualami
Aku juga pernah ngadem-ngademi diri sendiri dengan mengatakan bahwa uang tidak menjamin bahagia, bahwa uang tidak dibawa mati, dan lain-lain. Tapi akhirnya aku menyadari bahwa sebagian besar hidup kita ditopang oleh uang, dan aku tahu pasti bagaimana tersiksanya tanpa uang.
Belakangan, aku juga menyadari bahwa ngadem-ngademi diri sendiri tidak membawaku beranjak ke mana-mana, selain hanya membohongi diri sendiri yang bercampur mengasihani diri sendiri. Jadi, aku berkata pada diri sendiri, "Mari berhenti memainkan kebohongan konyol ini!"
Selama aku meyakini bahwa kemiskinan adalah karunia, aku tidak akan pernah keluar dari kemiskinan—wong itu karunia, kok. Dan aku tersadar bahwa menganggapnya karunia berarti aku menerima. Menerima berarti mendapatkan. Mendapatkan berarti memiliki. Karena memiliki, ia melekat.
Begitu pun kalau aku meyakini (ngadem-ngademi diri sendiri) dengan mengatakan "uang tidak menjamin bahagia" atau semacamnya, itu sama seperti menolak kemungkinan mendapatkan uang—wong tidak menjamin bahagia, kok. Ngapain dicari dan didapatkan?
Mungkin ini akan terdengar seperti kalimat motivasional yang mengawang-awang. Tapi aku meyakini bahwa siapa dirimu pertama-tama dibangun di dalam pikiranmu.
Manusia adalah apa yang terbesar di dalam pikirannya. Bagaimana ia menatap hidup dan dirinya, (akan) seperti itulah dia.
*) Ditranskrip dari timeline @noffret, 8 April 2019.
