Selasa, 01 Juni 2021

Kecewa Nonton Parasite

Sejak awal, sejak ribut-ribut kehebohan soal Parasite sekian waktu lalu, saya sudah apatis dan benar-benar tidak tertarik dengan film itu. Saya yakin, isi film itu tidak akan cocok bagi saya. 

Lebih dari itu, saya sudah berkali-kali kecewa nonton film yang dihebohkan banyak orang. Hereditary, Us, Midsommar, dan lain-lain, dan lain-lain. Film-film itu heboh, dibicarakan banyak orang, bahkan sampai ndakik-ndakik, tapi saya kecewa ketika menontonnya. Film-film itu sama sekali bukan jenis favorit saya, dan saya merasa buang-buang waktu.

Jadi, ketika Parasite sama bikin heboh, saya benar-benar tidak tertarik. Bahkan sebelum menontonnya, saya sudah yakin akan kecewa jika nonton.

Lalu TransTV ikut menghebohkan film itu, dengan memutarnya di malam Valentine. Berita soal itu wira-wiri di timeline Twitter, dan saya terus menerus terpapar kehebohan Parasite yang akan tayang di TransTV. Sampai seperti itu, saya tetap tidak tertarik menonton.

Yang membuat saya mulai terusik dan penasaran adalah ketika ada perbincangan soal “adegan di sofa”. Admin akun Twitter TransTV menyatakan bahwa adegan itu “sudah jelas akan dipotong”. Pernyataan itu memantik rasa penasaran saya. Okelah, saya tidak tertarik dengan Parasite sebagai film. Tapi saya tertarik dengan “adegan di sofa”.

Jadi, saya pun akhirnya nonton film itu. Tidak di TransTV, tentu saja, demi bisa melihat “adegan di sofa”. Saya nonton Parasite dari awal sampai akhir, mencoba menghayatinya. Sampai adegan di sofa terlewati begitu saja, karena nyatanya biasa-biasa saja.

Akhirnya, ketika film itu benar-benar usai, saya bengong. 

Bengong, karena film kayak gitu aja bikin heboh berjuta umat. Dibanding kehebohan yang ditimbulkan, film itu benar-benar B aja. Dan saya, sebagaimana sudah saya perkirakan, benar-benar kecewa wawa wawa.

 
;