Pernah nggak kalian follow akun medsos hanya krn perasaan nggak enakan? —@zoelfick
Kalau sekadar “nggak enakan”, menurutku bukan masalah, karena setidaknya kita yang merasakan, dan orang lain gak tahu. Yang bermasalah tuh gini...
Lanjut di bawah.
Aku pernah follow seseorang, karena dia PEMBACA BUKU. Jadi, suatu waktu, ada tweet/post seorang wanita muncul di TL, dan isinya tentang buku. Waktu aku lihat profilnya, dia juga menjadikan buku sebagai identitas. Jadi, aku tertarik mem-follow akunnya, karena tertarik pada buku.
Beberapa hari kemudian, aku mendapati ternyata aku tidak lagi mem-follow akun wanita PEMBACA BUKU tadi. Jadi rupanya, dia diam-diam “melepaskan” akunku dari tab followed-nya. Waktu itu aku hanya berpikir, “Oh, mungkin dia nggak nyaman.” Sudah, bagiku tidak ada masalah.
Tapi lalu aku jadi mikir, jangan-jangan ada akun lain yang juga sama seperti wanita PEMBACA BUKU tadi. Jangan-jangan ada akun yang sebenarnya tidak nyaman aku follow, tapi juga tidak nyaman kalau “melepaskan” akunku dari tab followed-nya? Overthinking itu bikin aku tidak nyaman.
Karena latar belakang pikiran itu, aku lalu mengingat-ingat akun siapa saja yang aku follow berdekatan dengan saat mem-follow akun wanita PEMBACA BUKU tadi. Lalu aku unfollow akun-akun mereka. Karena aku khawatir kalau-kalau mereka tidak nyaman seperti si wanita PEMBACA BUKU.
Sejak itu, aku jadi sangat hati-hati kalau mau follow akun random yang kebetulan melintas di TL-ku. Aku mem-follow akun semata-mata karena tertarik pada isi post-nya, tapi ternyata juga bisa menimbulkan ketidaknyamanan pada akun yang aku follow. Itu juga membuatku tidak nyaman.
So, mumpung ngoceh soal ini. Kalau-kalau kamu kebetulan termasuk akun yang ku-follow, dan kamu tidak nyaman, tolong lepaskan akunku dari tab followed-mu, agar kamu tetap nyaman di sini. Akan lebih baik jika blokir sekalian, agar aku tidak bisa lagi melihat tweet/post dari akunmu.
Postscript:
Setelah Pemilu Pilpres kemarin usai, aku sengaja mem-follow banyak akun, lintas kecenderungan, sampai pihak-pihak yang saling berseberangan (pro dan kontra pemerintah). Tujuannya agar aku bisa mendengar semua pihak secara langsung, dan tidak terjebak dalam bubble.
*) Ditranskrip dari timeline @noffret, 15 Februari 2024.
