Pada mulanya adalah cinta. Benar, pada mulanya adalah tuntutan spesies untuk melangsungkan keturunan.
Mulanya, cinta tampak indah di kejauhan. Lalu semakin indah dalam dekat. Setelah itu, rindu menangisi jarak.
Setelah selesai melukis di kanvas, si pelukis akan mengambil jarak untuk menilai. Sayangnya, cinta sering tak memberikan jarak.
Cinta adalah jarak yang diretas, paradoks paling absurd dalam logika manusia.
Dari mana datangnya cinta? Bukan dari hati. Ia datang dari otak, manipulasi yang lahir dari scotoma.
Scotoma adalah sesuatu yang kita lihat, karena kita memang ingin melihatnya.
Cinta hadir karena tertarik. Ketertarikan datang karena indah. Keindahan selalu terlihat dari jauh.
Cara ampuh menghilangkan perasaan cinta pada seseorang: Kenali dia lebih dekat.
*) Ditranskrip dari timeline @noffret, 7 Juli 2012.
