Kamis, 21 November 2013

Noffret’s Note: Rayuan Jujur yang Tak Ingin Didengar

Satu jam bersamamu, bagiku terasa... yeah, satu jam bersamamu.
—Twitter, 19 Januari 2013

Sering kali aku kangen kamu. Benar. Tapi, sering kali juga tidak.
—Twitter, 19 Januari 2013

Kamu cantik. Bohong kalau aku bilang tidak.
Tapi bukan berarti tidak ada yang lebih cantik dari kamu.
—Twitter, 19 Januari 2013

Kamu membuat hidupku menjadi lebih indah.
Tapi tak jarang juga membuatku pusing.
—Twitter, 19 Januari 2013

Kamu yang terbesar dalam hidupku, dalam hatiku,
dalam pikiranku. Tapi hidup bukan hanya tentang kamu.
—Twitter, 19 Januari 2013

Sebagai perempuan, kamu bidadari yang sangat cantik.
Tapi, juga sebagai perempuan, kamu iblis yang egois.
—Twitter, 19 Januari 2013

Ada saat ketika aku sangat sayang sama kamu. Sayangnya,
juga ada saat ketika aku merasa ingin membencimu.
—Twitter, 19 Januari 2013

Aku senang membaca SMS darimu. Kadang-kadang, aku juga
ingin membanting hape karena capek ngurusin SMS-mu.
—Twitter, 19 Januari 2013

Kamu cantik, indah, sempurna, tak punya kekurangan apa pun.
Tapi kita sama-sama tahu, aku sedang berbohong.
—Twitter, 19 Januari 2013

Hidup adalah soal pilihan, dan aku memilih mencintaimu.
Yang jadi masalah, pilihan kadang bisa berubah.
—Twitter, 19 Januari 2013

Dicintai olehmu adalah kebahagiaan. Tapi kebahagiaan manakah,
dan kebahagiaan siapakah, yang abadi?
—Twitter, 19 Januari 2013

Ya, ya, aku tahu, hei Perempuanku. Kamu tidak ingin
mendengar “tapi” dalam rayuanku. Kamu suka dibohongi.
—Twitter, 19 Januari 2013

Masalah dalam hubungan kita, kamu ingin terus dibohongi.
Tapi begitu ketahuan aku berbohong, kamu marah.
—Twitter, 19 Januari 2013


*) Ditranskrip dari timeline @noffret

 
;