Kamis, 10 September 2020

Kebohongan yang Terungkap oleh Corona

Apa sebuah kehobongan yang sampai sekarang 
orang-orang terdekatmu masih percaya?
@VICE_ID

"Menikah akan membuatmu bahagia dan lancar rezeki."
@noffret


Ketika Wuhan melakukan lockdown akibat wabah corona, KDRT meningkat. Ketika lockdown dicabut, jumlah gugatan perceraian mencapai rekor.

Apa alasan KDRT dan perceraian dari fenomena itu? Stres, tekanan batin, bosan, dan "akhirnya aku tahu seperti apa dirimu" karena terus bertemu.

Saat ini, di Jakarta (dan mungkin di Indonesia secara luas), jumlah perceraian meningkat drastis. Alasannya? Ekonomi. Wabah corona menutup banyak bisnis, melahirkan jutaan pengangguran, dan uang makin sulit didapat. Kenyataan itu kemudian menciptakan tumpukan berkas perceraian.

"Menikah akan membuatmu bahagia," katanya.

Tolong katakan itu pada mereka yang menjadi korban KDRT, atau kepada mereka yang bosan melihat pasangannya sendiri setiap hari gara-gara terjebak lockdown, hingga tak bisa ke mana-mana.

"Menikah akan melancarkan rezeki," katanya.

Tolong katakan itu pada orang-orang miskin yang makin miskin gara-gara wabah corona, orang-orang yang antre bansos demi bisa makan, atau kepada orang-orang yang menatap hampa hidupnya karena tak lagi punya apa-apa.

Bocah Amerika punya pepatah bagus terkait wabah corona, yang jika diterjemahkan kira-kira berbunyi, "Virus corona tidak mengacaukan dunia, ia hanya menunjukkan betapa kacaunya dunia."

Kita hidup dalam sistem yang kacau, dari sistem pemerintahan sampai sistem keyakinan.

Wabah corona saat ini telah menunjukkan kepada kita bahwa ada terlalu banyak mitos yang kita percaya, dari mitos "semua baik-baik saja" sampai mitos "bahagia dan lancar rezeki". Sayangnya, mitos-mitos itu tak berhenti sebagai mitos, tapi menjadi keyakinan yang merusak diam-diam.

Omong-omong, Vice, "kehobongan" kuwi opo?


*) Ditranskrip dari timeline @noffret, 28 Juni 2020.

 
;