Minggu, 16 Juni 2019

Noffret’s Note: Jilbab

Sejujurnya, aku lebih suka melihat Nikita Mirzani dan Kartika Dewi tidak berjilbab. Tetapi, bagaimana pun, berjilbab adalah hak masing-masing orang, dan aku harus menghormatinya. Asal yang berjilbab tidak memaksakan hal itu, atau menganggap wanita yang tak berjilbab lebih rendah.

Saat ada artis wanita berjilbab, sering media menulis berita dengan judul, misal, "Adem Melihatnya, Artis X Sekarang Berjilbab."

Bagaimana kita mengukur adem atau tidak, selain hanya pendapat pribadi? Judul semacam itu jelas penggiringan opini, dan itu tidak sehat bagi pembaca.

Ada sebagian wanita yang tidak nyaman berinteraksi dengan wanita berjilbab, karena adanya stigma bahwa wanita berjilbab cenderung menganggap rendah wanita lain yang tidak berjilbab. Bagaimana stigma itu muncul? Mungkin dari realitas, mungkin pula karena tergiring opini media.

Terkait jilbab, ada situasi awkward yang pernah kualami. Pas lebaran, beberapa teman berkumpul dengan membawa pasangan masing-masing. Beberapa perempuan di situ ada yang berjilbab, ada yang tidak. Lalu terjadi sesuatu yang tak terduga, dan hasilnya adalah kecanggungan luar biasa.

Salah satu perempuan yang berjilbab bertanya agak sinis, "Kenapa tidak pakai jilbab?" kepada yang tidak berjilbab, tentu saja.

Sebelum perempuan yang ditanya sempat menjawab, perempuan lain (yang berjilbab) menimpali, "Kasihan, ya. Sudah bersuami tapi belum berjilbab."

Hening.

Pertanyaan dan penghakiman itu membuat perempuan yang ditanya jadi bingung mau menjawab apa. Suami si wanita yang ditanya juga tampak bingung. Mereka akhirnya hanya diam. Dan suasana yang tadinya hangat berubah sangat canggung. Semua orang di sana jadi tidak betah berlama-lama.

Sejak itu pula, setiap ada acara kumpul pas lebaran, teman-teman perempuan yang tidak berjilbab (plus suaminya) tidak pernah lagi datang. Tentu aku memahami, mereka sakit hati atas pertanyaan dan penghakiman yang pernah mereka terima. Ini mungkin sepele, tapi memutus pertalian.

Sebagian orang tampaknya memang sulit menerima perbedaan, atau tak bisa tenang saat melihat orang lain berbeda. Dari jilbab sampai pernikahan, sampai kepemilikan anak, mereka sepertinya ingin sama semua. Padahal tidak setiap orang pasti memiliki hidup dan pikiran seperti mereka.

Sebagai penutup, dua catatan ini bisa dibaca sebagai pengantar tidur.

Jilbab Rina Nose » http://bit.ly/2BOYzQU
Jilbab Maria Ozawa » http://bit.ly/116qQou


Di waktu mendatang, mungkin aku akan tertarik menulis jilbab Nikita Mirzani, jilbab Syahrini, atau jilbab Kartika Dewi.


*) Ditranskrip dari timeline @noffret, 3 Desember 2018.

 
;