Kamis, 20 Agustus 2020

Noffret’s Note: Posesif

Janjian ketemu jam 19.15, tapi aku sudah datang ke tempat pertemuan jam 18.30. Aku memang begitu.

Di depan mejaku saat ini ada 4 perempuan, sepertinya anak-anak kuliahan, sedang asyik mengobrol. Salah satunya berkata, "Dia posesif, dan itu membuatku tidak nyaman."

Aku bisa memahamimu, girl, karena sikap posesif memang membuat tidak nyaman.

Sikap/sifat posesif kadang tidak hanya dimiliki oleh orang yang kita kenal (dalam contoh mudah; pacar atau pasangan). Karena kadang ada orang yang bukan siapa-siapamu, tapi posesif. Lucu, tentu saja, atau menyebalkan.

Sikap/sifat posesif juga ternyata tidak hanya dimiliki manusia, tapi juga non-manusia, misalnya perusahaan. Ternyata ada perusahaan yang posesif dengan seseorang, hingga tingkahnya sama menyebalkan dengan orang posesif yang mungkin kita kenal.

Pacar posesif biasanya suka nelepon atau kirim pesan (intinya "mengingatkanmu" pada dirinya), hingga puluhan kali dalam sehari semalam. Itu benar-benar mengesalkan, menyebalkan, sekaligus membosankan. Dia pikir hidup ini cuma tentang dirinya saja, atau bagaimana?

Kalau pacar posesif saja sudah menyebalkan, apalagi orang yang bukan siapa-siapamu tapi posesif? Begitu pula perusahaan yang posesif. Setiap hari selalu berusaha "mengingatkan" kita kepadanya, seolah di dunia ini cuma ada dirinya. Bukannya tertarik, malah bikin muak.

Well, orang yang kutunggu sudah datang. Tepat waktu, seperti yang dia janjikan. 19.15. Aku suka orang ini.


*) Ditranskrip dari timeline @noffret, 25 Juli 2020.

 
;