Sabtu, 28 Februari 2026

Doktrin Ngapusi di Atas Doktrin Ngapusi

Menikah adalah salah satu metode merekrut teroris baru. Ini terjadi di Sibolga, juga beberapa kasus lain. Sebabnya, laki-laki teroris merasa jika perempuan sudah berstatus istri, dia akan lebih mudah “dibina” dan “dipengaruhi”. —@TirtoID


Rupanya ada orang-orang yang mencari pasangan dan menikah dengan motivasi untuk menjadi teroris. Lalu mereka mati. Dan, tentu saja, mereka pun bahagia selama-lamanya.

Itu namanya doktrin ngapusi di atas doktrin ngapusi.

Bukan cuma pria yang menikahi wanita dengan tujuan untuk "dibina" jadi teroris. Wanita pun ternyata ada yang cari pasangan pria dengan tujuan sama; untuk "dibina" jadi teroris.

Dalam hal ini aku bersyukur, karena wanita menarik bagiku adalah "yang ada mbeling-mbelingnya dikit".

"Mbeling dikit" itu maksudnya tidak lurus dan kaku seperti tiang listrik, alias tidak terlalu konservatif. Orang yang ada "mbelingnya dikit" biasanya lebih enak dijadikan teman, wabilkhusus dijadikan pasangan. Hidup jadi terasa lebih mudah dijalani, karena lebih lentur dan asyik, serta tidak membosankan.

Kalau kelak aku ditakdirkan berjodoh dengan wanita alim yang berjilbab (berjilbab lho, ya, bukan bercadar), aku tidak masalah... asal wanita itu "ada mbeling-mbelingnya dikit". 

....
....

Ingin punya mbakyu yang ada mbeling-mbelingnya dikit, biar aku bisa "dibina" olehnya. Apeuuu...


*) Ditranskrip dari timeline @noffret, 17 Maret 2019.

 
;