Sabtu, 28 Februari 2026

Tolak Perkawinan Anak!

Anak-anak menikah tanpa pikiran matang, tanpa kesadaran, tanpa tanggung jawab, dan hanya bermodal khayalan angin sorga yang diembuskan para pembual. Lalu mereka melahirkan anak-anak terluka, kesepian, dan menyesali kelahirannya. Betapa muram wajah manusia.

#tolakperkawinananak

Penyakit klasik orang-orang yang menikah: Enaknya dikoar-koarkan, tapi keblangsaknya disimpan. Alasannya klasik, "Tidak baik membuka aib rumah tangga sendiri." Sudah paham membuka aib tidak baik, tapi doyan ngibul dan terus berusaha menjerumuskan orang lain.

#tolakperkawinananak

Kalau kau sudah menikah, dan ingin mengatakan hal-hal indah terkait pernikahan, pikirkan ini, "Apakah aku akan bersedia jujur menjelaskan tidak enaknya menikah?" Jika jawabannya tidak, sebaiknya tutuplah mulutmu, daripada membual dan menyesatkan orang lain.

#tolakperkawinananak

Kalau saja orang-orang yang telah menikah mau jujur mengungkapkan bahwa mereka menyesal dan keblangsak setelah menikah, setidaknya anak-anak/remaja akan berpikir ulang terkait pernikahan. Tapi mereka malu, tentu saja. Jadi, alih-alih jujur, mereka membual.

#tolakperkawinananak

Salah satu penyebab besar yang menjadikan banyak anak (dan remaja) tergoda menikah, karena ada banyak pembual yang doyan ngibul tentang indahnya perkawinan, sambil menutupi kepedihan dan penyesalan yang mereka alami. Merekalah sumber masalah pernikahan dini.

#tolakperkawinananak

Belum ada setahun lalu, seorang perempuan yang kukenal menikah pada usia 20 tahun. Beberapa bulan kemudian, dia curhat dengan sedih mengenai perkawinannya, dan mengatakan, "Menikah adalah kesalahan terbesar yang telah kulakukan, dan aku sangat... sangat menyesal."

#tolakperkawinananak

‏Jadi, wanita-wanita yang usianya masih di bawah 30 tahun, apalagi di bawah 25 tahun, sebaiknya tidak sok pacar-pacaran, apalagi ngimpi tentang pernikahan. Kalian masih anak-anak! Jauh lebih baik gunakan waktumu untuk belajar dan mengembangkan diri.

#tolakperkawinananak

Sebagai bocah, aku memandang wanita yang usianya di bawah 25 tahun sebagai "anak-anak". Bahkan telah berusia 25 tahun ke atas pun, kadang wanita masih tampak kekanak-kanakan, jauh dari kesan dewasa. Pikirku, sungguh tak bermoral menikahi "anak-anak".

#tolakperkawinananak

Usia ideal menikah, menurutku, adalah setelah usia 30, saat manusia mencapai puncak kematangan fisik, psikis, spiritual, intelektual, dan enviromental. Yang pria sudah paham tanggung jawab, yang wanita juga sudah tidak kekanak-kanakan. 

#tolakperkawinananak

Dalam perspektif seorang bocah, perkawinan anak tidak hanya sebatas pada orang (khususnya wanita) yang berusia belasan. Kalau usiamu setidaknya belum 25 tahun tapi sudah kawin, kau termasuk menikah ketika masih anak-anak! Tunggu sampai umurmu dewasa!

#tolakperkawinananak


*) Ditranskrip dari timeline @noffret, 29 November 2018.

 
;