Waktu untuk naik gunung jauh lebih lama dibanding waktu berada di puncak gunung. Selalu begitu. Tapi orang-orang terus menaiki gunung.
Semakin ke puncak, oksigen semakin menipis. Orang tak bisa lama-lama di puncak. Kapan pun waktunya harus turun. Untuk tetap hidup.
Yang membuat orang tak pernah bosan naik gunung, mungkin, karena menikmati pendakiannya. Bukan ketika berada di puncaknya. Begitu pun hidup.
Orang bilang, hidup seperti roda. Mungkin pula, hidup seperti naik gunung. Semua orang ingin naik ke atas. Tetapi, pada akhirnya, ia harus turun.
Ketika hidup memaksa kita turun, bukan berarti langkah kita selesai untuk mati. Sering kali, turun adalah kesempatan untuk tetap hidup.
Tentu saja setiap orang berhak untuk tetap berada di puncak gunung. Sampai kapan pun. Tapi ia akan mati perlahan-lahan. Sendirian.
Terpujilah para pendaki, para pencari. Yang gembira saat sampai puncak, tapi selalu ingat untuk turun kembali. Karena ada pendakian lain.
*) Ditranskrip dari timeline @noffret, 16 Juni 2013.
