Jumat, 30 Oktober 2026

Peristiwanya Tidak Seperti Itu

Ini pertanyaan yang juga ada dalam pikiran banyak orang. Dan jawaban yang paling logis... karena peristiwanya tidak seperti itu.

Yang jadi petanyaan “kenapa harus di rekayasa???” Kalau ada pelecehan, trus secara spontan membunuh J, yaudah jangan direkayasa dengan menghilangkan barang bukti cctv.. hukuman mati buat semua pelaku. —@mazzini_gsp

Omong-omong soal “peristiwanya tidak seperti itu”...

Sambil nunggu udud habis.

Salah satu novel Agatha Christie, yang sangat bagus, berjudul Hercule Poirot’s Christmas (diterjemahkan dengan judul Pembunuhan di Malam Natal).

Seperti judul Inggrisnya, novel itu mengisahkan kiprah detektif Hercule Poirot, dan ia memecahkan kasus yang terjadi pada malam Natal.

Seorang pria tua terbunuh di kamarnya, sementara anak-anak dan cucunya tengah berkumpul di rumahnya, merayakan Natal. 

Ada banyak motif, ada banyak tersangka, tapi tidak ada yang tahu siapa pembunuhnya... kecuali Agatha Christie dan Tuhan, tentu saja. Ah, ya, dan Hercule Poirot.

Ketika Poirot mendatangi tempat terjadinya pembunuhan, ia mendapati sesosok tubuh lelaki tua tewas tergorok. Dan yang pertama kali mengusik sel-sel kelabunya adalah... terlalu banyak darah. 

And then, “terlalu banyak darah” itu tidak match dengan kasus pembunuhan yang terjadi.

Aku tidak akan meneruskan alur ini, karena khawatir spoiler—kamu bisa membaca novelnya kalau tertarik. 

Yang ingin kukatakan, lelaki tua dalam novel Agatha Christie dibunuh di rumahnya sendiri, karena si pembunuh tidak mungkin membawanya keluar untuk kemudian dihabisi.

Sebuah keluarga besar berkumpul di satu rumah, lalu tuan rumah terbunuh di rumahnya, ketika mereka masih ada di sana. Bisa menebak lanjutannya? 

Ya, mereka semua akan jadi tersangka!

Sekarang—aku percaya kamu cukup pintar—balikkan kasus ini, dan kamu akan menemukan sesuatu.

Oh, jangan menungguku menjelaskan. Ududku habis.


*) Ditranskrip dari timeline @noffret, 17 Oktober 2019.

 
;