Jumat, 30 Oktober 2026

Tokoh Fiksi di Dunia Nyata

Dalam film Iron Man 3, ada sosok sinting bernama Trevor Slattery. Dia bukan siapa-siapa, cuma junkie yang kehidupannya tidak jelas. Sampai kemudian dia ditemukan Aldrich Killian, pria genius kaya-raya, yang tahu bagaimana menggunakan Trevor Slattery untuk “mengacak-acak dunia”.

Aldrich Killian menawari Trevor Slattery untuk tampil sebagai “sosok revolusioner” bernama Mandarin. Dia diberi teks berisi orasi-orasi yang harus ia hafalkan, sementara aktingnya direkam video yang disebarkan secara luas. Sebagai kompensasi, Trevor Slattery mendapatkan semua yang dia inginkan; drugs, yacht, sampai wanita.

Ketika sosok Trevor Slattery [yang menggunakan nama “Mandarin”] muncul di berbagai siaran televisi, dan mengobarkan revolusi, nyaris tidak ada yang terpikir untuk bertanya, “Siapa dia sebenarnya?” Semua orang hanya terpaku pada sosoknya, tapi menafikan latar belakang hidupnya.

Itu memang kisah fiksi. Tetapi, percaya atau tidak, kisah semacam itu telah terjadi berkali-kali di dunia nyata, yang lalu melahirkan banyak orang terkenal, dari tingkat regional sampai internasional. Mereka tampil di hadapan dunia, membangun pengaruh secara luas, dan kita terpukau.

Adnan Oktar, misalnya, pria berkebangsaan Turki, pernah memukau dunia dengan nama “Harun Yahya”. Dia menulis banyak buku yang disebut “mampu meruntuhkan teori evolusi”, dan buku-buku itu tersebar (disebarkan) ke berbagai belahan dunia dengan terjemahan banyak bahasa.

Ditunjang popularitas buku-bukunya yang dicetak mewah dan dibaca jutaan orang di dunia, Adnan Oktar menjelma sosok berpengaruh yang diperlakukan seperti nabi. Nama populer yang ia sandang—“Harun Yahya”—bahkan gabungan dua nama nabi. Itu hasil skenario yang sangat cerdik.

Tapi siapa dia sebenarnya? Di era 2000-an, investigasi telah menemukan bahwa Harun Yahya [sebelumnya] cuma pria biasa, hingga kemudian direkrut sebuah lembaga yang tahu bagaimana menggunakannya sebagai “corong untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan ke seluruh dunia”. 

Lembaga itu memiliki dana hampir tak terbatas, dan waktu itu merasa terancam oleh kemajuan sains yang dipicu teori evolusi. Hegemoni mereka di ujung tanduk. Jadi mereka mencari cara untuk melawan teori evolusi, tapi mereka membutuhkan sosok yang “dapat digunakan sebagai tameng”.

Pada waktu itu, 1986, Adnan Oktar adalah pria miskin yang masuk penjara akibat masalah hukum, dengan track record penentangan terhadap sekularisasi Kemal Ataturk yang telah berhasil mengubah Turki menjadi negara sekuler. 

Lembaga tadi merasa menemukan sosok yang tepat!

Lalu mereka menemui Adnan Oktar, dan memolesnya untuk tampil di hadapan dunia. Mereka menawari Adnan untuk jadi tokoh terkenal, menyebarkan pesan-pesan tertentu ke dunia dan, sebagai kompensasi, Adnan Oktar mendapatkan semua yang ia minta; uang, kemewahan, sampai wanita.

And then, kita semua tahu lanjutannya. Sejak itu, lahir seorang pria bernama Harun Yahya yang menulis banyak buku yang mati-matian menentang teori evolusi, meski isinya ngawur dan tidak ilmah. Buku-buku itu sebenarnya tidak ditulis Adnan Oktar atau Harun Yahya—ada tim yang melakukan riset dan menulis buku-buku itu. 

Makin memukau, karena buku-buku itu ditunjang aneka film dokumenter. Yang perlu dilakukan Adnan Oktar hanyalah mempelajari semua yang telah disiapkan tersebut, lalu tampil meyakinkan ke muka dunia sebagai Harun Yahya. Faktanya, bahkan menulis artikel ilmiah saja dia tidak bisa! 

Jutaan eksemplar buku yang ditulis “Harun Yahya” tersebar (disebarkan) ke berbagai belahan dunia—kebanyakan copyright buku/film itu hanya dihibahkan. Tujuan utamanya memang bukan untuk menghasilkan keuntungan, tapi menyebarkan ideologi, khususnya melawan teori evolusi. Seiring dengan itu, Adnan Oktar menjalani kehidupan bagai raja di rumah mewah, dengan uang dan para “kittens” yang memanjakan nafsunya tanpa akhir.

Belakangan, dia ditangkap dan dijatuhi hukuman berat dengan tuduhan menjalankan sekte sesat, pemerasan, dan aneka kejahatan lain. Tapi siapa pihak di belakangnya tak pernah terungkap, bahkan tak pernah disebut. Entitas lembaga itu hanya tertulis di dokumen-dokumen yang tertutup rapat.

Yang paling mencengangkan, terkait hal itu, adalah fakta bahwa ternyata Adnan Oktar alias Harun Yahya—yang dipuja-puja itu—pernah dirujuk ke rumah sakit jiwa akibat menderita gangguan kepribadian obsesif-kompulsif dan skizofrenia.

Apakah itu terdengar familier?

Dari Turki, kita terbang ke Indonesia. Di suatu kota, bertahun-tahun lalu, ada seorang pria biasa, yang dianggap “tidak genap otaknya”... sampai kemudian kisah yang sama terulang. Dia tidak punya karya apa-apa, bahkan tidak jelas bagaimana latar belakangnya, tapi kalian semua mengenal namanya.

....
....

Seorang pemikir dikenal dunia karena pemikiran-pemikirannya. Seorang pejuang dikenal dunia karena aktivitas perjuangannya. Seorang kreator dikenal karena karya-karyanya. Jika seseorang bukan pemikir, bukan pejuang, dan bukan kreator, tapi dikenal dunia... sebaiknya kita waspada.

 
;