Senin, 01 Juni 2026

Lakukan Sesuatu, Kerjakan dengan Baik

Bertahun-tahun lalu, aku menemukan kalimat di buku, yang belakangan tak pernah kulupakan. Kalimat itu berbunyi, “Kalau kamu bekerja dengan baik, sebegitu baik hingga tak ada orang lain yang mampu menyamai, dan kamu tinggal di puncak gunung, orang-orang akan berdatangan kepadamu.”

Kalimat itu tentu filosofis, dan tidak harus diartikan literal. Aku juga lebih suka mengartikannya secara sederhana, bahwa yang penting mengerjakan pekerjaan kita, sebaik kita mampu, setelah itu meyakinkan diri, “Tidak perlu khawatir soal rezeki, karena sudah ada yang mengatur.”

“Tidak perlu khawatir soal rezeki” itu sebenarnya kalimat tawakal. Dan tawakal baru dilakukan setelah mengerjakan sesuatu, mengusahakan dan mengupayakan sesuatu. Kalau tidak melakukan apa-apa tapi pede dan yakin “tidak perlu khawatir soal rezeki”, itu namanya panjang angan-angan.

Jadi kalau ada orang kena PHK, atau pada orang yang tidak melakukan apa-apa, jangan katakan “tidak perlu khawatir soal rezeki” kepadanya. Karena itu sama artinya mengajarkan tuulul amal. Yang dibutuhkan korban PHK dan pengangguran adalah semangat untuk memulai berusaha kembali.

Rezeki baru datang setelah ada usaha dan upaya, bahkan jika upaya kita tampak sangat bodoh di mata manusia. Misalnya jualan bensin eceran di samping SPBU, atau jualan es teh di kala hujan. Karena itu lebih menarik datangnya rezeki, daripada bermalas-malasan sambil mengkhayal.

Lakukan sesuatu, kerjakan sebaik mungkin, sebaik yang kamu bisa. Semakin baik kamu mengerjakannya, semakin sedikit yang mampu menyamai. Setelah itu, bahkan umpama kamu tinggal di puncak gunung, rezeki akan datang kepadamu.


*) Ditranskrip dari timeline @noffret, 4 Desember 2024.

 
;