Minggu, 10 Juli 2022

Cara Paling Efektif agar Orang Tergerak Melakukan yang Kita Inginkan

Baru selesai nonton podcast Deddy Corbuzier
yang menantang Ivan Gunawan menurunkan berat badan,
20 kg dalam 3 bulan. Hadiahnya Rp500 juta.

Apakah Ivan Gunawan akan berhasil?
Kemungkinan besar dia akan berhasil. Karena
taruhannya Rp500 juta. Uang besar adalah motivasi besar.
@noffret


Dulu, saya pernah membaca buku karya Tung Desem Waringin, “Financial Revolution”, dan ada satu bagian yang selalu saya ingat, tentang alasan orang tergerak melakukan sesuatu. Tung Desem menggunakan contoh sederhana: Bisakah kita menurunkan berat badan 10 kg dalam sehari?

Rata-rata orang mungkin akan berpikir, “Tidak bisa!” Boro-boro menurunkan berat badan 10 kg dalam sehari, dalam sebulan saja belum tentu bisa! 

Tapi bagaimana kalau kita ditawari uang Rp1 miliar, jika bisa menurunkan berat badan 10 kg dalam sehari?

Seketika, pikiran kita berubah! Karena ada tawaran uang Rp1 miliar jika bisa menurunkan berat badan 10 kg dalam sehari, kita mulai berpikir bagaimana cara agar bisa melakukannya. Kita tergerak melakukan sesuatu, karena ada alasan/motivasi yang kuat.

Ini sama dengan yang terjadi pada Ivan Gunawan. Dia ditantang Deddy Corbuzier untuk menurunkan berat badan 20 kg dalam 3 bulan. Hadiahnya Rp500 juta (setengah miliar). Apakah Ivan Gunawan berhasil melakukannya? Jelas!

Bisa melihat pelajaran penting di sini? Ivan Gunawan tidak butuh uang—dia sudah kaya-raya! Tapi dia tetap tergerak ketika disodori uang. Apa artinya itu? Bagi saya sangat jelas; sesuatu yang mampu menggerakkan dan memotivasi orang dengan sangat kuat adalah uang. Maksud saya, uang yang banyak!

Sering kali, orang baru tergerak melakukan sesuatu jika ada alasan/motivasi yang kuat. Ivan Gunawan, atau kita semua—sama. Kita tidak bisa memaksa, memanipulasi, atau merisak orang lain untuk melakukan sesuatu. Orang hanya mau tergerak jika ada alasan kuat!

Umpama seseorang to the point menawari saya, “Kalau kamu bersedia melakukan ini, aku beri lima ratus juta.” Kemungkinan besar saya akan tergerak, karena taruhannya besar, dan itu memberi alasan kuat. Tapi kalau tawarannya cuma “lima ratus ribu perak”, mending saya tidur saja. Sudah receh, banyak drama!

Dulu, ketika pandemi masih menggila, saya benar-benar tidak ingin keluar rumah. Boro-boro ke tempat jauh, ke warung makan saja malas! Tapi lalu ada tawaran menarik, dan tiba-tiba saya berpikir, “Persetan dengan pandemi!” Saya tergerak, berangkat. Karena cek yang saya terima bernilai besar.

Tempo hari, saya terikat kontrak eksklusif dengan suatu platform media, dan kontrak itu melarang saya menulis [secara komersial] di tempat lain, bahkan di situs saya sendiri (Belajar Sampai Mati)—sampai masa kontrak selesai (12 Juni 2022). Kenapa saya mau? Oh, sederhana saja. Bayarannya sangat besar! 

Karenanya, kadang saya berpikir. Jangankan melakukan hal-hal biasa—yang bisa dilakukan kebanyakan orang—kita bahkan bisa melakukan hal-hal yang “hampir mustahil”, jika ada alasan atau motivasi kuat yang melatari. Kita tergerak jika ada alasan kuat! 

Jadi, jika kita ingin orang lain melakukan sesuatu yang kita inginkan, pikirkan pertanyaan ini, “Tawaran apa yang bisa membuatnya tergerak?” Jika kita tidak bisa menjawab pertanyaan itu secara objektif, tidak usah heran kalau dia tidak tertarik melakukan yang kita inginkan.

Hanya ada satu—dan satu-satunya—cara yang efektif agar orang mau melakukan sesuatu yang kita inginkan: Beri dia sesuatu yang menarik, yang membuatnya tergerak... dan dia akan melakukannya! Kamu bisa mencoba cara lain, kalau mau, dan kamu bisa mencobanya sampai mati.

 
;