Ketika menatap langit malam menggunakan mata telanjang, kita mungkin melihat dua titik bintang yang tampak menempel sangat intim, seolah-olah mereka adalah sepasang benda langit yang sedang berdansa mengitari pusat gravitasi yang sama.
Namun, astrofisika memberi tahu bahwa kedekatan itu hanyalah distorsi perspektif dari bumi. Kenyataannya, bintang pertama berada sepuluh tahun cahaya di depan, sementara bintang kedua berada ratusan tahun cahaya di belakangnya, terpisah oleh ruang hampa udara yang dingin dan luas tak terhingga.
Mata kita sering menipu. Tapi kita tidak tahu.
Atau pura-pura tidak tahu.
