Sabtu, 01 Agustus 2026

Menjemput Mbakyu

Saya baru keluar dari warung, usai makan siang, ketika sebuah motor melaju pelan, lalu berhenti di depan saya berdiri.

Ternyata Fa’ad.

“Kebetulan ketemu kamu di sini,” ujar Fa’ad. “Aku dititipi undangan buat kamu.”

Fa’ad membuka jok motor matiknya, mengambil setumpuk undangan, memilah-milahnya sesaat, lalu mengambil selembar, dan menyerahkannya pada saya.

Saya menerima undangan itu, dan langsung tahu siapa yang akan menikah. Saya pun mengucapkan terima kasih.

Fa’ad kembali menaiki motor, bersiap melanjutkan perjalanan.

Saya bertanya, “Kamu dari mana atau mau ke mana, Ad?”

“Aku mau menjemput mbakyuku,” jawab Fa’ad.

Fa’ad berlalu.

Tapi kalimatnya masih tertinggal.

Menjemput mbakyu. Indah sekali kata-kata itu.

 
;