Senin, 27 Juni 2011

Hei, SimPATI, Sampai kapan Kau akan Begini?

Jalan menuju keberhasilan bisnis ditaburi oleh mereka yang senantiasa
berjuang untuk membuat produk atau jasa yang semakin baik.
G. Kingsley Ward, industrialis

Kejujuran merupakan suatu kebijakan dalam bisnis,
yang tidak perlu berubah atau disesuaikan dengan waktu.
Thomas Jefferson, filsuf dan negarawan

Perusahaan besar akan menghasilkan orang-orang besar,
dan orang-orang besar membuat perusahaan besar. Jika Anda tidak
memperoleh keuntungan dari kesalahan yang Anda lakukan,
orang lainlah yang akan memperolehnya.
Yale Hirshc, penulis dan pemikir

Bisnis hanya mengenal dua fungsi dasar: pemasaran dan perbaikan.
Peter F. Drucker, pakar bisnis dan manajemen


Bayangkan kau naik taksi dari Bandung ke Jakarta. Kau duduk di dalamnya, lalu taksi itu pun mulai melaju. Anehnya, setiap sepuluh menit sekali taksi itu mogok tanpa alasan jelas. Setelah sepuluh menit mogok, taksi itu kembali jalan. Lalu sepuluh menit kemudian taksi itu mogok lagi. Setelah sepuluh menit mogok, lalu jalan lagi, lalu mogok lagi, dan begitu terus-menerus.

Sebagai penumpang, kau pun tentunya jengkel. Yang lebih menjengkelkan lagi, argo taksi itu terus jalan meski taksi yang kau tumpangi itu mogok berpuluh-puluh kali, dan setiap kali mogok membutuhkan waktu hingga sepuluh menit. Jadi, waktumu habis sia-sia, uangmu terhambur tidak jelas, sementara kau duduk dengan jengkel karena tidak juga sampai di tempat tujuan.

Nah, situasi serta perasaan semacam itulah yang sekarang saya rasakan. Saya sedang dongkol sekaligus sangat kecewa terhadap kartu SimPATI yang saya gunakan untuk berinternet. Setiap sepuluh menit sekali, sambungan internet tiba-tiba terhenti. Bukan terputus, karena indikator modem menunjukkan bahwa komputer masih terhubung dengan internet—tetapi lalu-lintas data internet yang saya akses berhenti.

Kemudian, setelah sepuluh menit mogok tanpa alasan yang jelas, sambungan internet lancar lagi. Sepuluh menit kemudian, mogok lagi—sambungan internet berhenti lagi. Dan begitu terus-menerus, setiap hari, tanpa henti. Waktu “sepuluh menit” yang saya sebutkan di sini adalah pembulatan, karena faktanya kurang dari itu—kadang tujuh menit sudah mogok, kadang baru delapan menit, kadang pula baru lima menit.

Karena sambungan internet itu bukan terputus, melainkan hanya berhenti, maka akibatnya pulsa terus tersedot. Akibatnya pula, ratusan ribu uang saya terhambur sia-sia, sementara saya tidak mendapatkan apa-apa, selain kedongkolan serta waktu yang terbuang percuma.

Dan sesuatu yang amat sangat menjengkelkan itu telah berjalan selama satu minggu ini! Itulah kenapa saya terpaksa menulis post ini, karena sudah tidak kuat lagi menanggung kekecewaan yang saya rasakan.

Sebenarnya, sebelum menulis post ini, saya sudah mencoba menghubungi call center Telkomsel di 0807.1.811.811 (sebagaimana yang tertera di web resmi Telkomsel), untuk mengadukan dan menanyakan masalah yang saya alami. Tetapi nomor call center itu seperti mesin yang tidak jelas. Ketika sambungan terhubung, saya hanya diputar-putar tanpa arah. “Untuk keluhan pelanggan,” kata mesin itu, “tekan 4”.

Saya sudah menekan angka 4 di ponsel saya. Tapi mesin aneh itu terus saja berkata tanpa dosa, “Untuk keluhan pelanggan, tekan 4.” Begitu terus-menerus. Akhirnya saya tambah jengkel, tambah dongkol, tambah kecewa, dan akhirnya pula saya pun memutuskan untuk menulis post ini.

Balik ke masalah di atas. Jadi, saya menggunakan kartu SimPATI untuk keperluan berinternet sehari-hari. Selama beberapa bulan sejak pemakaian, saya cukup puas dengan layanannya. Meski ada sedikit kekurangan, namun saya dapat memakluminya. Karena kebutuhan berinternet saya cukup besar, dalam satu bulan saya menghabiskan minimal setengah juta untuk pulsa internet.

Nah, dalam satu minggu terakhir, kartu SimPATI ini mengalami masalah yang benar-benar menjengkelkan sebagaimana yang saya gambarkan di atas. Ketika digunakan, tiba-tiba sambungan internet berhenti, sehingga saya tidak bisa ngapa-ngapain, tetapi pulsa terus tersedot. Dan hal menjengkelkan itu terus terjadi secara kontinyu, tanpa henti, dari pagi sampai malam, dari malam sampai pagi lagi.

Pada mulanya, saya mengira modem saya yang rusak. Jadi, tanpa pikir panjang saya pun membeli modem baru. Ketika dipakai di modem yang baru, nyatanya masalah yang sama terjadi lagi, yang dengan jelas menunjukkan bahwa ini bukan karena modemnya yang rusak, tapi memang SimPATI-nya mengalami masalah.

Selain itu, saya juga memakai paket FUN yang ditawarkan SimPATI. Paket FUN adalah paket khusus untuk digunakan sejak pukul 00:00 sampai pukul 06:00. Paket ini saya gunakan untuk men-download data dalam jumlah besar, sehingga saya terus-menerus menggunakan paket ini, meski tarifnya tergolong mahal. Nah, pada waktu menggunakan paket FUN tersebut, masalah di atas tak pernah terjadi. Sejak pukul 00:00 sampai pukul 06:00 aktivitas berinternet saya lancar-lancar saja—semulus jalan tol.

See…? Jadi modem atau komputer saya tidak mengalami masalah apa-apa. Masalah ini memang disebabkan karena SimPATI-nya!

Begitu jam sudah menunjukkan pukul 06:00 lebih, masalah di atas kembali terjadi… dan itu terus-menerus berlangsung sampai nanti malam pukul 00:00. Coba bayangkan bagaimana dongkol dan jengkelnya saya selama seharian menghadapi internet yang bahkan lebih keong dari warnet keong!

Dalam keadaan normal, kecepatan internet SimPATI mencapai 3G. Tetapi kecepatan 3G sekalipun akan menjengkelkan jika sambungannya terus-menerus mogok tanpa alasan jelas, dan terus-menerus terjadi, sekaligus menyedot pulsa namun tak memberi apa-apa. Selama satu minggu ini, saya sudah rugi biaya, rugi waktu, sekaligus rugi emosi!

Jadi, hei SimPATI, sampai kapan kau akan begini…???

Ketika masalah ini muncul pertama kali, saya mencoba bersabar. Mungkin Telkomsel sedang ada maintenance, pikir saya waktu itu. Ketika sudah tiga hari tetapi masalah ini tidak juga selesai, saya masih mencoba bersabar. Tidak ada yang sempurna di dunia ini, pikir saya waktu itu dengan sok bijak. Ketika memasuki hari kelima, kepala saya sudah panas. Sekarang sudah hari keenam. Jadi tolong maklumi kalau saya kemudian sampai menulis posting ini.

Pada mulanya pula, saya pikir masalah yang saya hadapi ini hanya kasuistis. Artinya, bisa saja masalah ini hanya menimpa saya—dengan alasan apa pun. Jadi saya mencoba menghubungi teman-teman saya yang juga menggunakan SimPATI untuk berinternet. Ternyata mereka juga mengalami masalah yang sama!

Jadi, hei SimPATI, sampai kapan kau akan begini…???


Note:

Blog ini tidak menyediakan kolom komentar, namun saya menyadari sungguh tidak adil jika saya menuliskan keluhan terbuka seperti ini tanpa memberi kesempatan kepada pihak SimPATI untuk memberikan jawaban atau penjelasan.

Karenanya, jika kebetulan ada pihak dari SimPATI yang membaca post ini dan merasa perlu memberikan jawaban dan/atau penjelasan, silakan hubungi e-mail saya (lihat di halaman about me). Jika jawaban dan/atau penjelasan yang diberikan bukan apologi, saya akan mempostingnya di bawah post ini, atau di halaman lain blog ini.

 
;